Pemerintah Kota Jambi Mendorong Ketahanan Lokal yang Inklusif dalam Konferensi Internasional ICLEI-R 2026
Jambi (20/4/26), Pemerintah Kota Jambi dalam hal ini Bapperida telah berpartisipasi dalam International Conference on Local Equitable and Inclusive Resilience (ICLEI-R) 2026, sebuah forum internasional yang berfokus pada penguatan ketahanan daerah yang inklusif dan berkeadilan. Kegiatan ini diselenggarakan oleh ICLEI-Local Governments for Sustainability dalam rangkaian program Enhancing Local Capacity in Socially Inclusive Resilience in Asia (SIRA).
Konferensi tersebut berlangsung pada tanggal 14 s.d. 16 April 2026 bertempat di Baguio City, Filipina, yang dihadiri oleh perwakilan pemerintah daerah, mitra pembangunan, akademisi, serta berbagai pemangku kepentingan dari sejumlah negara di Asia.
Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas pemerintah daerah dalam menghadapi tantangan perubahan iklim dan risiko bencana melalui pendekatan yang inklusif. Konferensi ICLEI-R 2026 menjadi wadah strategis untuk: Mendiseminasikan praktik baik ketahanan lokal berbasis inklusi sosial, Meningkatkan sinergi kebijakan antara pemerintah lokal dan nasional dan Memfasilitasi pertukaran pengetahuan lintas negara serta Membangun kemitraan strategis dalam aksi iklim dan pengurangan risiko bencana
Perubahan iklim yang semakin kompleks berdampak tidak merata, terutama bagi kelompok rentan seperti perempuan, masyarakat miskin perkotaan, penyandang disabilitas, dan kelompok marginal lainnya. Oleh karena itu, peran pemerintah daerah menjadi sangat penting sebagai garda terdepan dalam merumuskan kebijakan adaptasi dan ketahanan yang berkeadilan.
Pemerintah Kota Jambi berpartisipasi aktif, khususnya dalam sesi âPeer Learning Labs: What Works, What Doesnât, and Whyâ. Sesi ini menjadi ruang berbagi pengalaman antar pemerintah daerah dari Indonesia, Bangladesh, Nepal, dan Filipina dalam mengimplementasikan program ketahanan dan aksi iklim.
Perwakilan Kota Jambi menyampaikan paparan mengenai: Pengalaman implementasi program ketahanan dan aksi iklim di daerah, Inovasi yang telah dilakukan dan Pembelajaran penting (lessons learned) serta Rekomendasi strategis bagi daerah lain dengan tantangan serupa.
Keterlibatan perempuan dalam delegasi juga menjadi perhatian penting guna memastikan perspektif inklusivitas dalam setiap kebijakan yang dihasilkan.
Selama tiga hari pelaksanaan, konferensi membahas berbagai topik strategis, antara lain: Keterkaitan aksi ketahanan lokal dengan kebijakan nasional dan global, Pemanfaatan teknologi dan data dalam perencanaan ketahanan, Tata kelola inklusif dalam aksi iklim dan Penguatan kemitraan multi-pihak serta Pembiayaan inovatif untuk program ketahanan daerah. Selain itu, peserta juga mengikuti kunjungan lapangan ke pusat komando Smart City di Baguio sebagai contoh praktik baik dalam pengelolaan kota tangguh berbasis teknologi.
Partisipasi Kota Jambi dalam forum internasional ini diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata dalam memperkaya diskursus global terkait ketahanan daerah, sekaligus membuka peluang kolaborasi dan akses terhadap sumber daya serta pembiayaan internasional. Keikutsertaan ini menjadi momentum penting bagi Kota Jambi untuk memperkuat komitmen dalam pembangunan berkelanjutan yang tangguh, inklusif, dan adaptif terhadap perubahan iklim.